Peningkatan Produksi Pertanian Sebagai Upaya Menciptakan Ketahanan Pangan Di Indonesia

Ketahanan pangan merupakan hal mutlak yang harus dimiliki suatu negara agar tidak memiliki ketergantungan dengan negara lain. Dalam pengertiannya ketahanan pangan merupakan suatu kegiatan produksi, penyimpanan dan distribusi kebutuhan pokok dalam rangka menjaga pasokan nasional. Yang menjadi pokok utama dalam menciptakan ketahanan pangan nasional, ialah peningkatan produksi pertanian. Dimana produksi pertanian bergantung pada tiga kelompok besar, yaitu kondisi alam, kualitas SDM (sumber daya manusia), dan teknologi. Ketiga hal tersebut merupakan faktor utama yang menentukan kapasitas produksi pertanian.

Dalam menciptakan ketahanan pangan nasional salah satu yang perlu mendapat perhatian ialah kondisi alam. Dimana kondisi alam akan menentukan jenis, dan bentuk budidaya yang dapat dikembangkan. Berdasarkan tabel 1., peningkatan produksi pertanian yang mengarah pada kondisi alam dapat dibagi menjadi dua, yaitu lahan dan pemetaan daerah. Dimana pengidentifikasian pada lahan dapat membantu mengetahui kontur tanah , ketinggian lahan, ketersediaan lahan dan tingkat kesuburan tanah. Sedangkan, pemetaan daerah berfungsi untuk menciptakan distribusi yang merata dalam menciptakan ketahanan pangan nasional. Jangan sampai ada produksi yang dikejar tetapi mengabaikan produksi pertanian lainnya.

Indonesia merupakan negara yang sangat diuntungkan oleh kondisi alam karena memiliki kekayaan alam yang melimpah, tanah yang subur, dan wilayah perairan yang luas. Hal itu merupakan modal dasar bagi bangsa Indonesia dalam menciptakan ketahanan pangan. Dengan dukungan pengelolaan lahan yang baik akan memudahkan bangsa ini dalam menciptakan ketahanan pangan. Selain itu, pemetaan daerah merupakan suatu langkah dalam memantau penyebaran produksi pertanian. Dengan pemetaan tersebut diharapkan produksi pertanian yang optimal dapat diperoleh dan ketahanan pangan dapat tercapai.

Faktor yang dapat mendukung kondisi alam ialah kualitas sumber daya manusia. Dengan SDM yang berkualitas pengidentifikasian, pemetaan dan pengambilan keputusan atas kegiatan produksi dapat dilakukan dengan tepat. Selain itu, kualitas SDM ikut menentukan pengembangan sektor pertanian, yang pada akhirnya mampu memberikan manfaat bagi terciptanya ketahanan pangan nasional. Pengembangan kualitas SDM dapat dilakukan dengan dua hal, yaitu secara teknis maupun non teknis.

Pengembangan SDM secara teknis merupakan suatu bentuk usaha yang dilakukan dalam meningkatkan produksi pertanian melalui pembibitan, pengairan, pemupukan, dan pemanenan dilakukan dengan tepat. Hal tersebut dimaksudkan agar para petani yang langsung terlibat secara teknis dapat memperoleh pengetahuan mengenai keempat poin tersebut. Dengan kondisi tersebut petani diharapkan mampu mengoptimalkan produksi pertanian sehingga mampu menciptakan ketahanan pangan di Indonesia. Sedangkan, pola pengembangan SDM secara non teknis dilakukan dengan penelitian terhadap lingkungan sekitar, yang dapat ditinjau secara ekonomi, sosial, dan pertanian sehingga memunculkan beberapa pertanyaan, seperti Apakah dengan pembenahan tersebut masyarakat diuntungkan? Adakah kesempatan kerja yang ditawarkan? Bagaimana dengan kualitas produk pertanian?

Kondisi alam dan kualitas SDM memang menjadi hal yang penting dalam meningkatkan produksi pertanian. Namun, satu hal yang tidak dapat diabaikan ialah teknologi yang mampu membantu manusia dalam upaya menciptakan ketahanan pangan. Dalam peningkatan produksi pertanian, teknologi menjadi suatu yang penting karena mampu meningkatkan kualitas, kapasitas, dan efisiensi dalam produksi. Pengembangan teknologi menggambarkan kemajuan ilmu pengetahuan dalam membantu segala aktivitas manusia. Dalam tabel 1. di bawah ini teknologi di pecah menjadi dua bagian, yaitu terkait alat pertanian dan penelitian.

Pola pengembangan teknologi yang diwujudkan dengan menciptakan alat pertanian modern bertujuan meningkatkan efisiensi, efektifitas dan kepraktisan dalam penggunaannya. Hal itu terbukti dengan terciptanya mesin traktor dan mesin penggiling yang berfungsi membantu mengoptimalkan produksi pertanian. Pengaruh lain yang sangat signifikan dari kemajuan teknologi ialah penelitian di bidang pertanian. Dengan bantuan teknologi modern kemajuan produksi pertanian dapat ditingkatkan. Hal itu dilakukan dengan menciptakan variasi produksi pertanian, bibit yang unggul, pupuk, dan menghasilkan produk yang berkualitas. Kemajuan teknologi dapat memberikan signal positif bagi terciptanya ketahanan pangan. Kondisi tersebut akan berdampak positif jika dilakukan dengan seksama untuk kesejateraan masyarakat.

Dengan ketiga hal utama, seperti kondisi alam, kualitas SDM, dan teknologi diharapkan Indonesia mampu menciptakan ketahanan pangan. Dimana terciptanya ketahanan pangan merupakan suatu bentuk kesinergisitasan di antara ketiga faktor tersebut di atas. Yang pada akhirnya mampu memberikan manfaat yang besar bagi rakyat Indonesia melalui peningkatan produktivitas kerja yang dapat mendorong penghasilan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s