Laporan Praktikum Biologi

 

BAB.1.PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Hamster termasuk kedalam kingdom animalia dan kelas mammalia. Hamster  merupakan kelompok hewan yang paling sempurna baik morfologi ataupun anatominya karena ia mempunyai susunan organ yang kompleks dan susunan metabolisme didalam tubuhnya yang juga kompleks.

   Hamster bukanlah binatang asli Indonesia. Kebanyakan hamster berasal dari daerah sub-tropis sebelah utara, terutama sekitar Rusia, Mongolia, Cina bagian utara, dan Siria. Ada banyak ragam hamster di dunia. Walau demikian, hanya ada 4 jenis hamster yang umumdipelihara di Indonesia, yakni Hamster Siria, Hamster Campbell, Hamster Winter White, danHamster Roborovskii. Ada beberapa orang yang menyebut Hamster Cina. Hamster ini tidak  populer di Indonesia dikarenakan proses pemeliharaannya yang tidak mudah, serta perkembangbiakannya yang relatif sulit

Hamster tergolong sebagai hewan pengerat dan pemakan segala, apapun yang bisa dia makan maka ya akan dimakan. Jika kelaparan hamster yang memiliki anakpun bisa jadi anaknya yang akan dimakan untuk kelangsungan hidupnya. Jika memelihara hamster usahakan untuk membiasakan Hamster anda untuk memberikan jenis-jenis makanan yang bersifat kering seperti biji-bijian ataupun pelet khusus untuk Hamster. Jika kebanyakan makanan yang basah seperti wortel, sayuran akan mengakibatkan kotoran dan kencingnya menjadi lebih bau / menyengat tajam, akan jauh berbeda bila diberi makanan yang berupa biji-bijian dan pelet khusus Hamster. Dan perlu diperhatikan jika Hamster anda memiliki anak, jangan sampai kekurangan makanan. Dan jika anda biasa memberikan makanan dengan tangan anda jangan sekali-kali anda memegang anaknya, ini dimaksudkan supaya bau tangan kita melekat pada tubuh bayi Hamster sehingga ada kemungkinan Induk Hamster mengira Bayinya adalah makanan. Untuk menu makanan biasakan berselang-seling, intinya jangan terlalu monoton. Untuk jenis makanan kuwaci yang bersifat berlemak jangan terlalu banyak dalam pemberiannya. Jagung jika terlalu banyak akan mengakibatkan kerontokan bulu. Sayuran basah seperti kangkung, bayam, wortel, selada akan mengakibatkan kencing bau dan diare, jika diare pada hamster berlebihan akan mengakibatkan kematian. Jika ingin praktis anda bisa membeli pakan khusus Hamster yang sudah tersedia di pet shop.

.

Habitat hamster di utara terletak dari Eropa tengah sampai Siberia, Mongolia, dan Tiongkok utara sampai Korea. Habitat hamster di selatan membentang dari Suriah sampai Pakistan. Mereka hidup di perbatasan padang pasir, bukit pasir yang divegetasi, bukit di kaki gunung dan dataran rendah yang bersemak-semak dan berbatu, sungai di lembah, dan padang rumput yang luas, beberapa juga tinggal di ladang tanam. Sebaran geografi menggambarkan kelompok spesies hamster, contohnya hamster eropa ditemukan di Eropa tengah dan Siberia barat serta Tiongkok barat laut, sedangkan hamster siria (dalam beberapa artikel disebut sebagai hamster golden atau hamster emas) hanya ditemukan di kota kecil di Suriah barat laut.

 

1.2  Maksud dan Tujuan

Praktikum ini dimaksudkan agar para praktikum mengetahui bagaimana cara membedah hamster

Tujuan dari praktikum ini adalah agar praktikan dapat mengetahui bentuk morfologi,anatomi serta bagian-bagian dari Hamster

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB.2.TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Morfologi Hamster

1.      Mata,Warna mata hamster terbagi menjadi beberapa tipe, yakni merah, ruby, hitam, kombinasi merah, kombinasi ruby, serta kombinasi hitam dan ruby. Ukuran mata hamster terbilang cukup besar untuk binatang seukurannya. Hamster juga memiliki kemampuan melihat ke segala arah karena posisi matanya berada di bagian samping kepala. Sayangnya, hewan ini buta warna sehingga penglihatannya tidak sempurna

2.       Hidung,Hidung hamster berukuran kecil sehingga hanya terlihat seperti tonjolan. Meskipun begitu, hamster merupakan hewan memiliki indra penciuman sangat tajam. Biasanya mengenali bau di sekitarnya dengan cara mengendus sambil mengangkat kedua kaki depan. Penciuman yang tajam berguna untuk mengimbangi penglihatan hamster yang kurang baik.

3.      Pipi,Salah satu bagian tubuh yang khas dari hamster adalah pipinya. Hamster memiliki pipi yang cukup elastis sehingga sering disebut sebagai kantong pipi. Fungsi kantong pipi ini untuk mengangkut dan memindahkan makanan. Di alam bebas, makanan diambil dari sumbernya, kemudian dimasukkan kedalam lubang sebelum dinikmati. Di dalam kandang, kantong pipi digunakan untuk membawa makanan dari wadah pakan ke tempat yang disukainya. Kantong pipi juga berfungsi untuk mengangkut bahan-bahan membuat sarang dan menakut-nakuti musuh.

4.      Telinga,Telinga hamster kecil dan pendek, tetapi pendengarannya sangat tajam. Komunikasi antar sesama hamster dilakukan menggunakan gelombang ultrasonik.

5.      Gigi,Sebagaimana layaknya hewan pengerat, hamster memiliki gigi yang dapat tumbug terus-menerus. Untuk mencegahnya, hamster selalu menggigiti benda apa saja yang ada di sekitarnya. Kebiasaan ini mirip dengan kebiasaan tikus. Memberi makanan dengan tekstur keras mampu menjaga gigi hamster agar tidak terus tumbuh. Gigi hamster yang terus tumbuh adalah sepasang gigi seri masing-masing di rahang atas dan bawah. Total gigi hamster adalah 16 buah.

6.      Kumis,Hamster  termasuk hewan berkumis. Kumisnya ini berfungsi sebagai alat navigasi saat beraktivitas di kegelapan. Kumis pada hamster mulai jelas terlihat pada umur sekitar satu minggu.

7.       Tubuh,Hamster memiliki ukuran tubuh relatif kecil. Hamster dewasa memiliki panjang tubuh 7 – 10 cm. Hamster jenis tertentu panjang tubuhnya 18 – 20 cm. Tubuhnya kuat dan lentur, Tidak seperti tikus, hamster memiliki bulu yang lebat dan halus di sekujur tubuhnya. Bulu-bulu tersebut memenuhi hingga telinga, ekor, dan kaki. Namun hewan ini tergolong hewan berumur pendek. Masa hidupnya hanya sekita 2 – 4 tahun

8.       Kaki dan Ekor,Hamster memiliki ekor yang sangat pendek sepintasterlihat tidak berekor. Selain ekor, kaki hewan ini juga terbilang pendek, tetapi cukup kuat sehingga dapat diandalkan untuk memanjat

2.2Klasifikasi Hamster

Kerajaan          : Animalia (hewan)

Filum               : Chordata (memiliki chorda)

Subfilum         : Vertebrata

Kelas               : Mammalia

Ordo                : Rodentia

2.3.Sistem Reproduksi

Hamster jantan memiliki testis yang besar sesuai dengan ukuran tubuh mereka. Hamster muda lebih sulit melakukan seks. Hamster betina memiliki 2 lubang tertutup bersama, sementara hamster jantan memiliki genital dan anal membuka lubang tersebut.Hamster melakukan pembuahan pada usia yang berbeda tergantung dari spesiesnya, tetapi hal ini bisa dilakukan pada usia 1 bulan sampai 3 bulan. Hamster jantan tetap dapat melakukan pembuahan selama hidupnya, namun betina tidak. Hamster betina mengalami estrus kira-kira setiap tiga hari.Hamster yang masih muda biasanya lebih sulit untuk melakukan seks. Masa kawin hamster dilakukan pada usia yang berbeda tergantung dari spesiesnya, tetapi hal ini bisa dilakukan pada usia 1 bulan sampai 3 bulan. Hamster emas maupun hamster Rusia dapat memulai reproduksi ketika berumur 4-5 minggu. Hamster Tiongkok dapat melakukan reproduksi ketika berumur 2-3 bulan, dan hamster Roborvski pada umur 3-4 bulan. Hamster jantan dapat melakukan pembuahan selama hidupnya, sedangkan yang betina dapat melakukan pembuahan kira-kira setiap tiga hari.Musim pengembangbiakan terjadi pada bulan April sampai Oktober, dengan masa kandungan selama 13 sampai 22 hari dan dapat melahirkan anak sebanyak 1 sampai 13 ekor. Masa kandunga/hamil untuk hamster Syrian adalah 16 sampai 18 hari, 18 sampai 21 hari untuk hamster campbell, dan 23 sampai 30 hari untuk hamster Roborovski.Ketika hamster betina hamil maka induk hamster akan membangun sarang dan mengumpulkan anak-anaknya disana. Pada saat hamster betina melahirkan maka biasanya hamster jantan dipisahkan dengannya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Anak hamster yang baru dilahirkan tersebut tidak berambut, matanya tertutup dan ukuran tubunya sangat kecil. Anak hamster yang baru lahir tidak boleh dipegang supaya tidak dimakan oleh induk.Anak-anak hamster mulai mengelilingi sarang dan makan setelah berumur 1 minggu dan setelah berumur 3 minggu anak hamster bisa meninggalkan sarang mereka, kecuali untuk anak hamster Roborovski baru bisa keluar dari sarang pada umur 4 minggu. Setelah berumur 1 bulan maka anak hamster dipisahkan dengan induknya, dan kebanyakan orang akan menjual hamster ke toko-toko ketika usia hamster 1 sampai 8 bulan.

2.4.Sistem Pernafasan

Hamster  terdiri dari trachea, bronchus, bronchioli, dan paru-paru. Trachea disokong oleh cincin-cincin rawa yang terbuka pada bagian dorsalnya, bekerja sebagai jalan nafas. Pangkal dari trachea berupa rongga yang disebut larink. Cabang dari trachea adalah bronchus, yang kemudian membentuk percabangan lagi disebut bronchioli. Paru-paru terdiri dari beberapa lobi yang terdapat dalam rongga pleural, selaput yang membungkusnya yang disebut pleura (Djuhanda, 1982).

 Hamster bernafas awalnya lewat hidung dengan mengerak-gerakkan ke bawah dan ke atas selama 12-20menit pada kelinci normal. Gerakan ini akan berhenti ketika relaksasi . (Kastawi, 1992) menambahkan  mula- mula udara masuk melalui  cavum oris (lubang hidung) kemudian masuk ke pharynx melalui rima glottides masuk ke larynx, kemudian masuk menuju epiglottis dan aparatus vocalis yang terdiri dari ligamentum vocale ynag berada di larynx dan menuju ke trakea ynag bercabang dua menjadi bronkhi dan bercabang lagi di dalam pulmonum yang di dalamnya terdapat gelembung- gelembung alveoli yang berhubungan dengan bronchioli. Gelembung alveoli ini diliputi oleh kapiler darah dan dari sinilah terjadi pertukaran O2 dan CO2  (Kastawi, 1992)

Paru-paru mamalia berada dalam rongga dada, yang dapat dibesarkan atau disempitkan, sehingga udara dapat keluar masuk. Percabangan pada paru-paru masih mengalami percabangan-percabangan lagi, sehingga percabangan yang terkecil tidak lagi diperkuat oleh cincin tulang rawan dan berakhir pada ujung yang buntu disebut alveolus yang berfungsi memperluas permukaan paru-paru, sehingga memperbesar kemungkinan mengadakan pertukaran udara pernafasan oleh kapiler-kapiler pada dinding alveolus (Brotowidjoyo, 1994).

 

2.5.Sistem Pencernaan

Hamster  terdiri dari cavum oris, faring, oesophagus gastrum, intestinum, caecum, colon, rectum, dan anus. Caecum pada marmot berkembang dengan baik,Kelinci mempunyai kebiasaan memakan kembali kotoran mereka. Kebiasaan ini didorong juga oleh pencernaan kelinci yang dapat dikatakan kurang sempurna. hamster dikatakan mempunyai sistem pencernaan perut belakang. Hal ini berarti pencernaan kelinci terjadi dalam usus besarnya.Pencernaan makanan kelinci hampir sekitar 40%-nya dilakukan dalam usus besar. Di sana terjadi pemilahan jenis makanan yang sedang dicerna, antara makanan bernutrisi dan makanan berserat.Sari makanan bernutrisi kemudian diserap oleh tubuh, sedangkan sisa makanan berserat kemudian dikeluarkan sebagai feses (kotoran tinja). Feses inilah yang kemudian dimakan kembali oleh kelinci untuk mengulang proses pencernaan yang sama.Pada hamster dapat dikatakan bahwa makanan melalui dua kali proses pencernaan. Makanan yang dicerna oleh hamster tidak melalui proses pencernaan dalam lambung. Hal ini membuat kelinci tidak pernah muntah. 

Sistem pencernaan makanan pada hamster terdiri dari saluran-saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan dimulai dari rongga mulut, pharynk, esophagus, ventriculus, intestinum dan berakhir di anus. Rongga mulut pada kelinci dibentuk oleh atap dan dasar, atap terdiri atas palatum durun yang berupa langit-langit keras disebelah anterior dan palatum molle yang merupakan langit-langit lunak dan didalam rongga mulut terdapat gigi yang tertanam dalam alveolus (lubang dalam rahang). Gigi pada hamster berfungsi untuk memotong atau mengerat makanan. Pharynk berfungsi untuk rongga dibelakang mulut yang merupakan persimpangan jalan makanan dari jalan respirasi. Oesophagus merupakan pipa musculus yang sempit yang menembus diafragma masuk ke dalam abdomen. Ventriculus merupakan kantong sebagai lanjutan dari oesophagus yang dapat dibedakan atas cardia, pylorus yang bersambung dengan deodenum dan fundus. Selain itu terdapat juga kelenjar pencernaan yang meliputi kelenjar ludah, menghasilkan saliva yang mengandung enzim-enzim pencernaan. Kelenjar empedu dikeluarkan oleh hati, pankreas menghasilkan hormon insulin dan kelenjar pencernaan (Brotowidjoyo, 1994).

 

2.6.Sistem Peredaran Darah

sistem peredaran darahnya memiliki 3 komponen, yaitu berupa jantung, pembuluh dan darah. Karakteristik yang paling menonjol pada hamster adalah percabangan lengkung aorta menjadi arteri innominator dan arteri subklavia kiri. Arteri innominator juga bercabang menjadi 3, yaitu arteri subklavia kanan, arteria karotis kanan, dan arteri karotis kiri. Rongga jantung pada kelinci terpisah secara sempurna oleh sekat membujur, menjadi rongga jantung kiri dan kanan. Rongga jantung kiri mengandung darah yang kaya dengan oksigen yaitu oksigen dari darah arteri. Rongga jantung yang berisi darah yang mengadung karbondioksida adalah vena. Masing-masing rongga tadi tersekat lagi menjadi serambi jantung dan bilik jantung yang saling berhubungan dengan katub atau kleb. Sistem peredaran darah pada hamster merupakan sistem peredaran darah tertutup.

Pembuluh darah dibagi atas :

1.  Pembuluh nadi

2.  Pembuluh balik

3.  Pembuluh kapiler

4.  Pembuluh limfa

 

2.7.Sistem Syaraf

Sistem syaraf terdiri atas dua bagian yaitu, syaraf pusat dan syaraf perifer. Dan sebagai pusat adalah otak dan medula spinalis (sumsum tulang belakang). Sistem syaraf pusat memiliki tugas untuk mengolah informasi yang masuk, otak depan untuk membau, otak tengah untuk melihat, dan otak belakang untuk mendengar. Sedangkan pada sistem syaraf tepi (perifer) memiliki fungsi untuk mengumpulkan informasi yang berbentuk rangsangan listrik (impuls) dari berbagai organ dalam dan luar untuk disampaikan pada syaraf pusat, juga membawa impuls dari syaraf  menuju pusat motorik tubuh (Jasin, 1984).

 

2.8.Sistem  Ekskresi

Pada hamster yaitu berupa sepasang ginjal (unipapila) yang terletak didaerah lumbalis sebelah atas peritonium. Cairan urin akan keluar dari masing-masing ginjal ke bawah melalui pembuluh ureter dan ditampung sementara dalam vesika urinaria yang berkontraksi sehingga urin akan keluar melalui pembuluh uretra. Urin pada hamsters juga banyak mengandung kalsium karena pengaruh makanannya dan dapat berubah warnanya yang  dipengaruhi oleh makanannya (Anynomous,  2007). Pada mamalia ginjal adalah sepasang organ berbentuk biji kacang merah. Urin keluar meninggalkan ginjal melalui ductus yang disebut ureter. Kedua ginjal tersebut mengosongkan isinya kedalam kandung kemih (urinary bladder). Selama urinasi urin meninggalkan tubuh dari kandung kemih melalui saluran yang di   sebut uretra (Campbell, 2003).

Sistem ekskresi pada hamster berupa ginjal yang berbentuk seperti biji kacang. Ruang median ginjal disebut pelvis renalis dan berhubungan dengan kandung kemih melalui ureter. Urin dikeluarkan oleh dua ginjal yang di salurkan di ureter dan ditampung di kantung urinaria(urinaria bladder), dinding otot bekerja secara voluntery sehingga memaksa urin keluar dari uretra,Urine pada hamster banyak mengandung carbon karena pengaruh dari makanannya.Urine hamster sangat pekat karena adanya kristal calsium carbonat dan dapat juga berubah warna dari cream menjadi merah tua tergantung dengan makanan yang telah dimakannya (Hustamin, 2006

 

BAB.3.METEDOLOGI PRAKTIKUM

 

 3.1.Waktu dan tempat

Pada hari selasa,03 januari 2012 bertempat dilaboratorium Institut Agama Islam Negeri  Raden Fatah palembang

 3.2.Cara Kerja

Berikut ini cara kerja dari praktikum adalah sebagai berikut:

1.      Siapkan dan letakkan hamster pada nampan diatas meja

2.      Kemudian lihat dan amati secara morfologi terlebih dahulu lalu digambar secara keseluruhan

3.      Kemudian  membius hamster dan mencukur/menguliti rambutnya.

4.      Kemudian lihat dan amati secara morfologi terlebih dahulu lalu digambar secara keseluruhan

5.      Lalu dilihat bagian cavum oris (kepala) dan digambar

6.      Setelah itu sayat  hamster menggunakan gunting atau alat pembedah mulai dari bagian bawah ( anus ) sampai bawah kepala. Setelah itu amati bagian dalam burung satu per satu setelah dibedah mulai dari: tofografi alat dalam,systema digestoria,diafragma ,sytema urogenitalia,hamster dengan menggunakan pinset agar mudah di dalam pengamatan.

7.      Lalu disayat lagi bagian kepalanya untuk melihat otaknya

8.      Setelah diamati bagian – bagian organnya yang sudah dibedah tadi organ – organnya Dicatat dan Digambar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB.4. HASIL DAN PEBAHASAN

4.1.HASIL

NO

GAMBAR

KETERANAGAN

1

Morfologi

1.      caput (kepala)

2.       cerviks (leher)

3.       truncus (badan)

4.       Ekstrimitas (anggota badan).

5.      Femur

6.      Digiti

7.      Cauda

8.      Kumis

9.      ekor

 

 

 

2

Diafragma

1.      Pars muscularis

a.       Pars stervialis

b.      Pars costalalis

c.       Pars lumbalis

2.      Centrum tendineum

3.      Foramen veneaceae

4.      Hiatus esopagus

5.      Hiatus asticus

6.      Muscuus psoas

7.      Pcesus xipheideus

 

 

3

Topografi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.      Esofagus

2.      Ventriculus

3.      Intestinum tenue

4.      Caecum

5.      Vesica fellea

6.      Hepar

7.      Pancreas

8.      Glandula suprarenalis

9.      Ren

10.  Ureter

11.  Lien

12.  Vesica urinria

13.  Uterus muscularis

 

 

 

 

 

 

4

Cavum oris

1.      Maxila

2.      Mandibula

3.      Dentes inclisivus

4.      Palatum dursum

5.      Palatum mole

6.      Diastema

7.      Dens molare

8.      Pharynk

9.      Lingua

10.  Velum palatini

11.  Cloanae

5

Sistem digestoria

A.tractus digetivus

1.      Esopagus

2.      Ventriculus

3.      Duadenum

4.      Intestinum tenue

5.      Caecum

6.      Taenia

7.      Naustra

8.      Incisura

9.      Intestinum crasum

10.  Rectum

11.  anus

B.glandula digestoria

a.       hepar

b.      vesica fellea

c.       pancreas

d.      ductus choedochus

e.       ductus hepaticus

f.       ductus cysticus

 

 

 

 

 

 

6

Systema urogenitale

1.      ren

2.      ureter

3.      vesica urinaria

4.      urethra

5.      oficum uctinorae extenum

6.      glandula suprarenalis

7.      testis

8.      copus adiposum

9.      epididirmis

10.  ductus deferens

11.  ductus ejakulation

12.  muara ductus ejakulation

13.  uterus musculininus

7

System nervusum

1.      bulbus olfactorius

2.      hemisphaerium cerebri

3.      fiscura longitudinale

4.      epiphisis

5.      coppora duadrigremina

6.      vermis(lobus nodus cerbili)

7.      lobus lateralis cerebri

8.      flocculus

9.      medula oblaganta

 

 

 

4.2.PEMBAHASAN

1.Morfologi

Morfologi hamster  Tubuh hamster dibagi menjadi empat bagian yaitu:

1.      Caput (kepala) Pada caput terdapat rima oris (rongga mulut), vibrisae, nares, organo visus dan telinga yang panjang. Pada bagian kepala (Caput) telah diketahui mata dan telinga yang lebar. Mata yang besar terletak di bagian samping dari kepala. Kelopak mata ada dua macam yaitu: Palpebra superior dan palpebra inferior Selain itu juga pada kepala (caput) terdapat rongga mulut (rima oris) yang terdapat pada 2 bibir yaitu (bibir atas dan bibir bawah).

2.      Kumis:Kumisnya ini berfungsi sebagai alat navigasi saat beraktivitas di kegelapan. Kumis pada hamster mulai jelas terlihat pada umur sekitar satu minggu

3.       Lubang hidung terletak di moncong. Vibrissae berupa rambut- rambut kaku yang berfungsi untuk mendeteksi makanan waktu didalam tanah. Lingua dilapisi oleh mucosa, penuh dengan tonjolan- tonjolan kecil yang mengandung gerombolan sel syaraf atau indera perasa yang berhubungan dengan ujung- ujung syaraf

4.      Pada bagian Leher (cervix) kelinci inimerupakan bagian penghubung antara kepala dan badan

5.      Pada bagian Badan (Truncus) terdapat thorax, abdomen, dorsum, glatea, pineum, dan glandula mamae,Tubuh bagian luar kelinci di lapisi oleh kulit dan ditumbuhi oleh banyak rambut. Bangun hidung silindris..

6.       Mempunyai daun telinga yang panjang dan menghadap ke depan. Kaki berjumlah dua pasang, kaki bagian depan lebih pendek daripada bagian belakang

7.      Pada bagian Ekornya (Cauda) tampak lebih pendek karena sebagian besar tersembunyi dibalik perutnya yang berambut tebal

8.      Organ ektremitas berupa kaki depan dan kaki belakang. Pada kaki depan  dibagi menjadi branchium (lengan atas yang berupa numerus), anterobranchium (lengan bawah yang berupa radius dan ulna), manus yang berupa digiti dan ossa carpalli (pergelangan tangan), dan phalagus pada kaki bagian belakang terdiri dari femur (sebagai tungkai atas), crus (sebagai tungkai bawah yang terdiri dari tibia dan fibulla), pes yang terdiri dari ossatarsalia (tulang pergelangan kaki), ossametacarpalia, telapak kaki dan phalagus jari-jari (digiti) yang berjumlah 5 jari, ukurannya lebih pendek dari kaki belakang. Pada kaki bagian belakang berjumlah 4 jari, dengan ukuran lebih besar dan kuat dari kaki depan yang digunakan untuk melompat,

9.      anusnya terdapat di bawah ekor

2.Diafragma

1.      Pars muscularis merupakan otot-otot

a.       Pars stervialis merupakan otot-otot yang berporingo pada columna vertebralis pada daerah lumbai

b.      Pars costalalis

c.       Pars lumbalis,serabut ototnya berorigo pada columna vertebralis pada daerah lumbai

2.      Centrum tendineum,terdiri atas tendo yang tpis

3.      Foramen veneaceae,dilalui vena cava inferior dan kekanan

4.      Hiatus esopagus,dilalui esopagus dan nervus vagus terletak disebelah ventral hiatus aorticuss

5.      Hiatus asticus,melalui aorta dan ductus thoracicus lubang ini terletak diventral columna vertebralis

6.      Musculus psoas

7.      Pcesus xipheideus

3.Tofografi

1.      Esofagus: lanjutan phrynk yang masuk kedalam cavum thorasis kemudian melalui hiatus esopagus pada difragma masuk kedalam cavum abdominale dan bermuara pada bagian medio rostal ventriculus

2.      Ventriculus: dapat dibedakan menjadi beberapa bagian curvaturo minor(lengkungan disebelah medial ventriculus),curvatura major(lengkungan disebelah lateral  ventriculus)

3.      Intestinum tenue

4.      Caecum

5.      Vesica fellea

6.      Hepar :dibagian rostal ventriculus disebelah caudal diafragma berwarna coklat kemerah-merahan:tediri dari beberapa lobi dan metabolismenya membentuk empedu

7.      Pancreas: berwarna agak pucat terdapat pada mesentrium diantara pars ascendens dan pars descendens duadeni,sebgai kelenjar pencernaan dan kelenjar endokrin

8.      Glandula suprarenalis

9.      Ren:sepasang tipe mesonephros dibungkus capsula renis dibagi menjadi:cortex,medula,pyramide,pelvis renis

10.  Ureter: berjumlah sepasang berwarna pucat  dengan jalan peristaltik dapat mengalirkan urine kesebelah caudal

11.  Lien

12.  Vesica urinria :tunggal  kedua ureter  kanan dan kiri bermuara disini dibagian dorsal

13.  Uterus muscularis

4.Cavum oris

1.      Maxila

2.      Mandibula

3.      Dentes inclisivus

4.      Palatum dursum

5.      Palatum mole

6.      Diastema

7.      Dens molare

8.      Pharynk: terbagi atas 3 bagian yaitu: cavum nano phryngeum,cavum oro-pharynnaeum,cavum larynngo phryngeum

9.      Lingua

10.  Velum palatini

11.  Cloanae

 

5.Sytema digestoria

A.tractus digetivus

1.      Esopagus :lanjutan phrynk yang masuk kedalam cavum thorasis kemudian melalui hiatus esopagus pada difragma masuk kedalam cavum abdominale dan bermuara pada bagian medio rostal ventriculus

2.      Ventriculus:dapat dibedakan menjadi beberapa bagian curvaturo minor(lengkungan disebelah medial ventriculus),curvatura major(lengkungan disebelah lateral  ventriculus)

3.      Duadenum,berbentuk jojot yang naik disebut pars ascendens duadeni

4.      Intestinum tenue:terdiri dari duodenum,jejenum dan ileum

5.      Caecum(usus buntu) merupakan batas dari intestinum tenue dan intestinum crassum berbentuk kantung besar berwarna hijau keabu-abuan

6.      Taenia:terjadi karena pengelompokkan lapisan otot  luar pada beberapa tempat saja

7.      Naustra:bagian-bagian yang menonjol

8.      Incisura:lengkukan diantara  2 haustra

9.      Intestinum crasum:dibagi menjadi colon ascendes,colon transversum,colon descenders,dan colon sigmoideum tapi btas-batasnya belum begitu jelas

10.  Rectum :lanjutan colon membentuk feses sehingga dapat terlihat adaanya feses didalamya,rectum berakhir sebagai anus

11.  anus

B.glandula digestoria

a.       hepar:dibagian rostal ventriculus disebelah caudal diafragma berwarna coklat kemerah-merahan:tediri dari beberapa lobi dan metabolismenya membentuk empedu

b.      vesica fellea:merupakan reservoir empedu yang dibuat oleh kelenjar hepar

c.       pancreas:berwarna agak pucat terdapat pada mesentrium diantara pars ascendens dan pars descendens duadeni,sebgai kelenjar pencernaan dan kelenjar endokrin

d.      ductus choedochus:gabungan dari ductus hepaticus dan ductus cysticus

e.       ductus hepaticus,

f.       ductus cysticus: saluran pada reservoir empedu

6.sistem urogenitale

1.      ren:sepasang tipe mesonephros dibungkus capsula renis dbagi menjadi:cortex,medula,pyramide,pelvis renis

2.      ureter:berjumlah sepasang berwarna pucat  dengan jalan peristaltik dapat mengalirkan urine kesebelah caudal

3.      vesica urinaria:tunggal  kedua ureter  kanan dan kiri bermuara disini dibagian dorsal

4.      urethra:saluran keluar dari vesica urinaria  bermura keluar sebagai orificum urethra externum

5.      oficum uctinorae extenum

6.      glandula suprarenalis

7.      testis:sepasang berbentuk bulat telur kecil menghasilkan spermatozoa terletak dalam scortum setelah testis mengalami penurunan

8.      copus adiposum

9.      epididirmis,letaknya disebelah medial testis melengkung disepanjang cranial  testis terdiri dari caput,corpus dan caudal

10.  ductus deferens:sepasang merupakan kelanjutan dari cauda epidydirmis berjalan cranial menuju scortum melalui cangnalis ingunalis,masuk dalam rongga perut melalui sebelah dorsal vesica urinaria

11.  ductus ejakulation:sebagai lanjutan ductus depeferents bermuara pada satu tonjolan ayang disebut colliculus seminalis dn bermuara pada urethra

12.  muara ductus ejakulation:

13.  uterus musculininus

7.sytema nervusum

1.      bulbus olfactorius

2.      hemisphaerium cerebri

3.      fiscura longitudinale

4.      epiphisis

5.      coppora duadrigremina

6.      vermis(lobus nodus cerbili)

7.      lobus lateralis cerebri

8.      flocculus

9.      medula oblaganta:ke caudal  menjadi medula spinalis yang kemudian masuk kedalama cranalis medularis pada tulang belakang

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

Hamster  secara morfologi seluruh tubuhnya ditutupi oleh rambut, rambut merupakan salah satu ciri karakteristik dari kelas mamalia. Kelinci terdiri dari kepala (caput), leher (cervix), badan (truncus), anggota badan (extrimifas) dan ekor (cauda). Telinga luar (pina auricula) yang panjang. Kaki belakang pada hamster ini jauh lebih panjang daripada kaki depan. Kaki belakang yang panjang dan kuat digunakan untuk melompat. Dan pada bagian belakang terdapat ekor, ekor pada hamster  pendek. Anus terdapat di bawah ekor dan lubang urogenital terdapat di sebelah anterior anus. hamster merupakan hewan yang bertulangbelakang (vertebrata), pemakan segala (omnivore), dan hewan yang berkembangbiak (vivipar).Organ –organ dalam tubuh hamster hampir sama dengan dengan manusia.Sistem pencernaan makanan pada hamster mirip dengan manusia, diawalai dari mulit, kerongkongan, lambung, usus dua belas jari, usus halus, usus besar dan berakhir di anus

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s