MAKALAH MANAJEMEN PERTANIAN DAN TEKNOLOGI

 

BAB I

PENDAHULUAN

Pada awal abad 21 tuntutan konsumen dalam menkonsumsi pangan yang dibeli meningkat pada : keamanan, nilai gizi, cita rasa , dan ketersediaa. Konsumen semakin senang berbelanja di suoermarket yang mempunyai jaminan keamanan pangan yang lebih tinggi dibandingkan pasar tradisional. Produk olahan yang berkualitas juga mulai mudah didapatkan, dan konsumen cenderung beralih dari bahan yang awalnya harus diproses pengolahannya dalam waktu lama menjadi lebih cepat dengan adanya produk olahan yang instan .Produk-produk olahan dalam negeri sering kalah kualitasnya dengan produk olahan luar negeri (import). Adanya rantai yang panjang dari produsen ke konsumen yang bayak berbelanja di supermarket, maka keuntungan yang diterima petani kurang dari 30 % dari harga di tingkat konsumen. Pasar modern (hypermarket, supermarket, minimarket) mempunyai laju perkembangan yang sangat tinggi di Indonesia. Masyarakat Indonesia cenderung senang berbelanja ke pasar, rata-rata kunjungan ke pasar per bulan paling tinggi jika dibandingkan negara lain.

                Pertanian merupakan bidang yang sangat penting untuk menunjang kehidupan umat manusia. Perkembangan pertanian diawali dari perubahan sosial yang terjadi di masyarakat prasejarah, yaitu perubahan dari budaya food gathering (berburu dan meramu) menjadi food producing (bercocok tanam). Sejak periode bercocok tanam tersebut, bidang pertanian selalu mengalami perkembangan sesuai dengan tuntutan zaman. Bahkan sejak revolusi industri di Inggris akhir abad ke-18, industri pertanian, termasuk juga industri pengolahan hasil pertanian dan industri pangan, berkembang dengan pesat.

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Manajemen

          Manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain

2.2. Teori Manajemen

           Fayol menyatakan bahwa manajemen mempunyai 5 fungsi :

               a.   Perencanaan (Planning),

               b.  Pengorganisasian (Organizing),

               c.  Pemberian komando (Commanding),

               d.   Pengkoordinasian (Coordinating,

  e.  Pengawasan (Controlling).

            Koont dan O’Donnel membagi fungsi manajemen menjadi 5, yakni:

                a.    Prencanaan (Planning),

                b.    Pengorganisasian (Organizing),

                c.    Pengadaan tenaga kerja (Staffing),

                d.    Pemberian bimbingan (Directing),

           e.  Pengawasan (Controlling)

 2.3.  Manajemen Produksi Dalam Usaha Produksi Pertanian

            Usaha produksi pertanian,produksi primer,sangat variatif dan sngattergantungkepada jenis komoditas yang diusahakan.Namun,pada intinya manajemen produksipertanian mencapai kegiatan perencanaan,pengawasan,evaluasi danpengendalian.Ruang lingkup manajemen produksi pertanian tersebut diuraikan dibawah ini.

  1. 1.      Perencanaan produksi pertanian

Perencanaan merupakan suatu upaya penyusunan program,baik programyangsifatnya umum maupun yang spesifik,baik jangka pendek maupun jangkapanjang.suatu usaha produksi yang baru memerlukan perncanaan yang bersifatumumatau yang sering disebut sebagai praperencanaan.faktor-fktor yang sangatpenting danharus diputuskan dalam praperencanaan Agribisnis ,khususnya subsistemproduksi primer/usah tani,adalah pemilihan lokasi produksi dan pertimbanganfasilitas,sertasekala usaha.setelah ketiga hal tersebut diputuskan,maka dibuat rencanayang lebihspesifik menyangkut kebutuhan input-inpu serta perlengkapan produksi.

  1. 2.      Pemilihan komoditas pertanian

Pemilihan komoditas yang akan di usahakan memegang peranan pentingdalamkeberhasilan usaha produksi pertanian.komoditas yang bernilai ekonomistinggi akanmenjadi prioritas utama,tetapi perlu di pertimbangakan hal-hal yang berhubungandengan pemasaranya.sebab,mungkin terjadi komoditas ekonomis dalamproduksi,tetapi tidak tetap untuk daerah produksi dan wilayah pemasaran yangakandituju.komoditas yang telah dipilih selanjutnya ditetapkan jenisnya/varietasnyasesuaidengan kondisi topografi dan iklim lokasi yang direncanakan.

  1. 3.      Pemilihan lokasi produksi pertanian dan penempatan fasilitas

Untuk usaha agribisnis bersekala kecil mungkin pemilihan lokasiproduksitidak menjadi suatu prioritas ,karena umumnya produksi di lakukan di daerahdomisili para petani.Namun,usaha agribisnis yang bersekala menengah keatas,seperti

 

perusahaan perkebunan,pertternakan,perikanan,dan dikelola oleh perusahaandenganmodal investasi yang berjumlha besar,maka pemiliihan lokasi tersebut akanbesar pengaruhnya bagi keberhasikan dan kesinambungan usaha.beberapa hal yangmenjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi adalah ketersediaan tenagakerja,ketersediaan prasarana dan sarana fisik penunjang,lokasi pemasaran,danketersediaan intensif wilayah.Tingkat upah regional dan peraturan-peraturan ketenagakerjaan didaerahtersebut juga harus menjadi pertimbangan.Tingkat upah regional sangatberpengaruhkepada biaya tenaga kerja yang harus dikeluarkan olehperusahaan.peraturan- peraturan ketenagakerjaan juga berpengaruh kepada kewajiban-kewajiban perusahaandalam kaitanya dengan pemanfaatan tenaga kerja.Ketersediaan saran dan prasarana fisik penujang,seperti transportasi danperhubungan,komunikasi,penerangan,serta pengairan/sumber air,sangat penting untuk menjadi pertimbangan dalam keputusan lokasi produksi.sifat-sifat dan karakteristik produk-produk pertanian dan perlengkapan, input-input dan sarana produksinyayangkamba (voluinous) menyebabkan ketersediaan sarana dan prasarana fisik tersebutmenjadi sangat penting untuk dipertimbangkan.produk pertanian yangumumnya tidak tahan lama memerlukan penanganan dan pengangkutan yang cepatmenuju ke lokasikonsumen.begitu juga keberadaan alat komunikasi akan menjadipenting untuk transfer informasi dari lokasi produksi ke lokasi pasar atau sebaliknya.Pertimbangan lainya adalah lokasi pemasaran. Sebaiknya lokasi produksidekatdengan lokasi pemasaran,terutama untuk komoditas-komoditas yang tidak tahanlama,seperti produk holtikultura.walaupun demikian pada era kemjuanteknologiseperti sekrang ini,jarak antara lokasi produksi dan lokasi pasar tidak menjadi prioritas karena dengan teknologi daya tahan produkdapat diperpanjang dandan jarak relatif dapat diperpendek dengan alat-alat pengangkutan yang cepat.Selanjutnya,intensif wilayah juga merupakan faktor peertimbangandalammenetapkan keputusan lokasi produksi.intensif wilayah sangat terkaitdengankebijakn pemerintah daerah yang terkait,baik secara langsung maupun tidak langsung ,dengan operasi produksi tersebut.kebijakan pajak,kebijakan danperaturantenaga kerja,kebijakan Investasi ,budaya pelayanan publik (demokrasi),danlain-lainmerupkan intensif wilayah yang mempunyai daya tarik bagi investor untuk berusahadi daerah tersebut.

  1. 4.      Skala usaha Pertanian

Skala usaha pertanian sangat terkait dengan ketersediaan input danpasar.Skalausaha hendaknya diperhitungkan dengan matang sehingga produksi yangdihasilkantidak mengalami kelebihan pasokan atau kelebihan permintaan.begitu jugaketersediaan input, seperti modal, kerja,bibit, peralatan, serta fasilitas produksi danoperasi lainya harus diperhitungkan. Skala usaha yang besar,secara teoretis,akan dapatmenghasilkan economics of scale yang tinggi. Namun, kenyataan dilapanganseringkali skala besar menjadi tidak ekonomis yang disebabkan oleh karakteristik produk dan produksi komoditas pertanian yang khas.oleh karena itu,dalammerencanakanusaha produksi pertanian ,maka keputusan mengenai skala usahamenjadi sangat penting.Karakteristik produk dan produksi komoditas pertanian jugamenyebabkanskala usaha kecil di bidang Agribisnis kebanyakan dapat mencapaiskalaekonomis.pada umumnya,tanaman holtikultura dapat diusahakan dalam skalayangkecil dengan tingkat efisiensi yang cukup tinggi.Akan tetapi,komoditasperkebunan,seperti kelapa sawit ,teh,kina,karet,tebu,danlain-lain,akan sangat tidak efisien jika diusahakan dalam skala kecil pada komoditas tersebut,maka dibentuk pola-pola kemitraan ,seperti perkebunan inti rakyat(PIR).

 

 

  1. 5.      Perencanaan Proses Produksi Pertanian

Setelah menetpkan jenis dan varietas komoditas yang akan diusahakan.lokasiproduksi dan penempatan fasilitas,serta skala usaha yang akan di jalankan,makamulaimerencanakan proses produksi.Khusus dalam pembukaan usah baru diperlukanperencanaan pengadaan fasilitas dirampungkan,maka dilanjutkan dengan perencanaanproses produksi adalha biaya produksi,penjadwalan proses produksi ,dan sumber-sumber input dan sistem pengadaanya

  1. 6.      Biaya produksi pertanian

Perencanaan biaya produksi sangat terkait dengan kemampuanpembiayaandengan kemammpuan pembiayaan yang dimiliki oleh perusahaan,baik bersumber darimodal sendiri maupun dari sumber luar,sepertimodalventura,pembiayaaan melaluikredit ,penjualan saham ,dan sumber-sumberpembiayaan lainya Perencanaan biayatersebut juga terkait dengan skala usaha yangoptimal dan ekonomis untuk menghasilkan pendapatan usaha yang layak. Modal.

  1. 7.      Penjadwalan Proses Pertanian

Penjadwalan proses produksi dibuat mulai dari pembukaan lahansampaikepada pemanenan dan penanganan pasca panen,terutama untuk komoditasyangmemiliki gestation period yang relatif pendek,seperti tanamanholtikultura.Namun, komoditas yang gestation perod nyarelatif panjang, seperti tanamanperkebuna, biasanya penjadwalan secara rinci dilakukan secara bertahap,walaupuntetap ada perencanaan jangka panjang yang menyeluruh.Penjadwalan tanaman holtikultura yang berumur pendek memegang perananpenting sehubungan dengan fluktuasi harga dan permintaan dalam setahun. Hal-halyang perlu diperhatikan dalam melakukan penjadwalan adalah jenis komoditas,kecenderungan permintaan dan fluktuasi harga, gestation period, pola produksi,pembiyaan, dan lain-lain

  1. 8.      Perencanaan Pola Produksi pertanian

Perencanaan pola produksi memegang perenan penting dalampenjadwalan,perencanaan tenaga kerja dan input,pembiayaan,proses produksidanoperasi,penanganan pasca panen,serta sistem distribusi dan pemasaran,terutamauntuk tanaman holtikultura yang memerlukan penanganan cepat.Pola produksi dapatdibagi kedalam beberapa bentuk,antara lain berdasarkan:

  1. Jumlah komoditas yaitu komoditas tunggal,komoditas ganda,dan multikomoditas.
  2. Sistem produksi,yaitu pergiliran tanaman dan produksi massa.

 

  1. 9.      Perencanaan dan sistem pengadaan input-input dan saranaproduksipertanian

Perencanaan input-input dan sarana produksi mencakupkegiatanmengidentifikasi input-input dan sarana produksi yang dibutuhkan,baik darisegi jenis,jumlah,mutu ataupun spesifikasinya. Secara umum,input-input dalamagribisnisadalah bibit,pupuk,obat-obatan,tenaga kerja,dan moadal.Dilain pihak ,saranadan prasarana produksi adalah areal tempat produksi,perlengkapan dan peraltan sertabangunan-bangunan pendukung dan teknologi.Setelah input-input serta sarana dan prasrana produksi di indentifikasidandispesifikasi,maka disusun rencan dan sistem pengadaanya.Dua hal mendasaryang perlu menjadi titik perhatian dalam memilih sistem pengadaan adalahmembuatsendiri atau membeli.Misalnya,dalam hal pngadaan bibit,apakahmemproduksi bibitsendiri ataukah membeli dari sumber-sumber lain.Keputusanmemproduksi sendiriatau membeli sangat tergantung pada biaya imbangan antarakedua alternatif tersebut.

 

2.4. Manajemen Produksi Dalam Usaha Pengolahan Hasil Pertanian

Manajemen produksi dalam usaha pengelolahan hasil pertanian (agroindustri) juga memerlukan penanganan yang lebih serius karena sangat tergantung padaketersediaan masukan, terutama bahan baku, dan juga ketersediaan masukan, terutamabahan baku, dan juga ketersediaan pasar

  1. Perencanaan Agroindustri

Perencanaan agroindustri dimulai dengan penentuan jenis usaha agroindustriapa yang akan dibuka. setelah itu, dilakukan evaluasi dan penilaian

 

  1. Pemilihan Teknologi

Dalam pemilihan teknologi terdapat beberapa hal yang perlu dinilai dandievaluasi, seperti kesesuain teknologi yang digunakan untuk menghasilkan produk dengan kebutuhan pasar produk proses pengadaan (ketersediaan barangnya, sukucadanganya, biaya pengadaan, dan lain-lain), biaya sosial (lingkungan),kapasitaspenggunaan, kemampuan sumber daya manusia dalam pengelolaan dan pengoprasian,fleksibilitas dalam proses, ketersediaan energi, dan lain-lain.

 

  1. Pemilihan lokasi pabrik atau industri pengolahan perlu mempertimbangkanketersediaan bahan baku,lokasi dan sumber bahan baku, lokasi pemasaran, sarana danprasarana fisik (transportasi, distribusi, komunikasi dan energi) ketersediaantengakerja, areal pengembangan,dan lain-lain. Pemilihan lokasi yang tidak tepat akanmenyebabkan pemborosan-pemborsan, seperti biaya pengangkutan dankomunikasi,investasi sarana dan prasarana umum, dan lain-lain. Dengan demikian biaya per unitproduksi sangat besar sehingga daya saing produknya kurang.

 

  1. Fasilitas Persediaan dan Masukan

Perencanaan fasilitas persediaan dan masukan perlu mempertimbangkanfasilitas pergudangan, pengankutan, dan aspek finansialnya (terutama jika harusmenggunakan gudang sewaan dan lain-lain ). Untuk hal ini perlu diperhatikan fasilitaspersediaan bahan baku utama yang memerlukan tempat yang besar dengan perlakuan-perlakuan khusus untuk menjamin tingginya mutu bahan baku tersebut.Bagan dan Tata Letak pada Perusahaan Agroindustri

 

2.5. Pengertian Teknologi Pertanian

                             Teknologi berasal dari istilah teckne yang berarti seni (art ) atau keterampilan( skill  ). Menurut Dictionary of Science, teknologi adalah penerapan pengetahuan teoritis pada masalah-masalah praktis. Teknologi mencakup kegiatan produksi, pemakaian dan pemeliharaan piranti kehidupan. Namun, setelah terjadi prosesindustrialisasi pada abad 18, pengertian teknologi mengalami perubahan yang pokoknya bertitik tolak dari pengertian penerapan ilmu bagi kesejahteraan hidup. 

                         Teknologi dapat didefinisikan sebagai metode atau teknik untuk mengkonversi input ke output dalam menyelesaikan tugas tertentu. Jadi, ‘metode’ dan ‘teknik’ merujuk tidak hanya untuk pengetahuan tetapi juga keterampilan dan sarana untuk menyelesaikan tugas. Inovasi teknologi, maka, mengacu pada peningkatan pengetahuan, peningkatan keterampilan, atau penemuan alat baru atau yang ditingkatkan yang meluas kemampuan orang untuk mencapai tugas yang diberikan.

                          Teknologi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Teknologi sebagai alat
  • Teknologi sebagai teknik
  • Teknlogi sebagai budaya baru

2.6. Kegunaan Teknoogi Pertaniaan Bagi Kehidupan

  1. 1.      Teknologi sebagai Kegiatan Manusia

Kegiatan manusia yang termasuk pengertian teknologi, pada pokoknya dapatdibedakan dalam dua jenis, yaitu membuat dan menggunakan. Membuat adalahkegiatan merancang dan menciptakan suatu barang buatan, sedang menggunakanadalah melakukan suatu kegiatan sesuai dengan fungsi suatu barang buatan yangtelah dibuat.

  1. 2.      Teknologi sebagai Barang Buatan

Pengertian teknologi yang tertua, sangat sederhana, dan yang paling umumdikenal orang ialah barang buatan manusia. Barang buatan itu biasanyadilawankan dengan benda alam. Misalnya sebatang kayu dari pohon yangtumbang adalah suatu benda alam. Kalau kemudian batang kayu dari pohon itudipotong, dipahat, dibentuk, dan dilakukan penggarapan lainnya oleh manusiasehingga menjadi sebuah perahu yang digunakan untuk menyeberangi sungai,maka batang kayu itu berubah menjadi barang buatan yang disebut teknologi.

  1. 3.      Teknologi sebagai Kumpulan Pengetahuaan

Pengetahuan dipelajari manusia, baik dari pengalaman sendiri maupun darisumber lain, untuk dapat melakukan kegiatan yang merupakan teknologi.Pengertian teknologi sebagai kumpulan pengetahuan, melengkapi pengertianteknologi sebagai barang buatan dan sebagai kegiatan manusia yang efisien dan bertujuan

  1. 4.      Teknologi sebagai Kebulatan Sistem

Pembahasan yang bulat dan menyeluruh akan tercapai kalau teknologi ditinjausebagai suatu sistem. Ini berarti, teknologi dibahas sebagai suatu kebulatan unsur-unsur yang saling berkaitan dan bertalian timbal balik dengan lingkungan

sekelilingnya. Peter Drucker berpendapat bahwa teknologi harus dianggapsebagai suatu sistem, yaitu suatu kumpulan dari satuan-satuan dan kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dan saling berkomunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

         1.  Manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain

         2.  Ruang lingkup manajemen terdiri atas: perencanaan produksi pertanian, pemilihan komuditas pertanian , pemilihan lokasi produksi pertanian dan penempatan fasilitas , skala usaha pertaniaan , perencanaan proses produksi pertanian , biaya produksi pertaniaan , penjadwalan proses pertanian, perencanaan pola produksi pertanian.

        3.  Teknologi adalah penerapan pengetahuan teoritis pada masalah-masalah praktis. Teknologi mencakup kegiatan produksi, pemakaian dan pemeliharaan piranti kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s